Studi Tentang Tingkat Prevalensi Penyakit Scabies pada Kambing Peranakan Etawa (PE) Di Wilayah Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro pada Tahun 2017

Supplementary Files

ARTICLE
SIMILARITY

Keywords

Penyakit Scabies, Kambing Peranakan Etawa

How to Cite

Rokip, R. ., Hertanto, A. A., & Wahyuni, W. (2020). Studi Tentang Tingkat Prevalensi Penyakit Scabies pada Kambing Peranakan Etawa (PE) Di Wilayah Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro pada Tahun 2017. International Journal of Animal Science, 3(04), 97 - 101. https://doi.org/10.30736/ijasc.v3i04.24

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi Sarcoptes scabiei. Penyakit tersebut dapat mempengaruhi produktifitas kambing. Penelitian dengan metode deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi scabies pada kambing peranakan etawa di wilayah Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Materi penelitian adalah peternak kambing di wilayah Desa Dander, Desa Growok, Desa Sumberarum, Desa Ngunut dan Desa Karangsono. Dengan syarat minimal beternak kambing lebih dari 1 tahun. Metode penelitian adalah metode survey dan pengumpulan data yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dari hasil wawancara responden dilapangan diolah dan ditabulasi, dan dijelaskan secara deskriptif. Prosentase prevalensi dihitung dengan membagi kambing yang terinfeksi scabies dengan jumlah populasi dikalikan 100 %.Hasil penelitian menunjukan kambing yang terinfeksi scabies dari 5 Desa di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro adalah 27,1 %; hal ini dikarenakan kambing yang jarang dimandikan, kelembaban kandang dan kebersihan kandang yang kurang dipedulikan oleh peternak.

https://doi.org/10.30736/ijasc.v3i04.24

References

Budiantoro. 2004. Kerugian Ekonomi Akibat Skabie dan Kesulitan Dalam Pemberantasannya. Makalah pada seminar parasitology dan toksikologi Veteriner 20-21 April 2004, yang diselenggarakan oleh Balivet-DFLD (Ingris) di Bogor.

Budiarto, Eko, Dr,SKM. Dan Dr. Dewi Anggraeni. Pengantar Epidemiologi ed.2 Jakarta, EGC. 2002.

Chen, S. Y.Y.H. 2005. Mitochondrial diversity and Phylogeographic structure of cinese domestic goats. Molecular phylogenetic and evolution 37: 804- 814.

Colville, J. 2000. Dignostic Parasitology for Veterinary Technicians. American Veterinary.

David. 2002. Kapita Selekta Kedokteran. Bina Rupa Aksara: Jakarta.

Elbers, A.R., P.G. Rambgs, H.M. Van Der Heidjen, and W.A. Hunneman. 2000 Production performance and pruritic behavior of pigs naturally infected by Sarcoptes scabies var .suis in a contact transmission experiment. Vet. Quarter. 22: 145 – 149.

Kettle, D. S. 2004. Medical and Veterinary Entomology. Croom Helm. London Sidney.

Levine, N. D. 1994. Parsitologi Veteriner. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Mac Carthy, J.S, D.J. Kemp, S.P Walton, And B.J. Currie. 2004. Scabies More Than Just and Irritation. Postgraduate Medical Journal 80:382-387.

Manurung, J. 1995. Kudis. Petunjuk Teknis Penyakit Hewan. Balai Penelitian Veteriner. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Manurung, J. 2001. Pravalensi Kutu, pinjal dan tungau pada kambing dan domba di 4 Kabupaten di Jawa Timur.

Murtiyeni, E. Juarini, dan J. Manurung. 2009. Transfer Inovasi Teknologi Pencegahan Penyakit Skabie dan Cacing pada Peternakan Kambing di Lahan Marjinal, Lombok Timur. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Noach, F. P. 2013. Fuzzy Expert System Analisa Tingkat Keparahan Penyakit Scabies Pada Kambing. Jurnal ELTEK, Vol 11 No 02, Oktober 2013 ISSN 1693-4024.

O’donnel, B. F. S. O’loughlin and F. C. Powel. 1990. Management of crusted scabies. Hit. J. Dermatol. 29: 258 – 266.

Partosoedjono, S. 1996. Acarformes. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.

Riwantoro. 2010. Teknologi pakan lengkap solusi bagi permasalahan pakan ternak Domba dan kambing. Word Press.

Sarwono. 2011. Buku Beternak Kambing Unggul. http://www.kambing aqiqah di Jakarta.com/. di akses pada tanggal 25 Mei 2014 Selvin S. 2004.

Sasmita, R. Poedji H. Agus S. dan Ririen N.W. 2005. Buku Ajar Ilmu Penyakit Arthropodo Veteriner. Laboratorium Entomologi dan Protozoologi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.

Sasongko, W.R, Bulu, Y.G. Hipi, A. And Surahman, A. 2004. Potensi Kambing Lokal Yang Dipelihara Petani pada Agroekosistem Lahan Kering di Lombok Timur NTB. Prosiding Seminar Nasional. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Departemen Pertanian.

Sungkar. 2001. Cara pemeriksaan kerokan kulit untuk menegakkan diagnosis skabies. Maj. Parasitol. Ind. 61-64

Tarigan, S. 2007. Dermatopathology of Caprine Scabies and Protective Immunity in Sensitised Goats Against Sarcoptes Scabies JITY. 7 (4): 265-271.

Thomas, C, Timreck, , Phd. An Introduction To Epidemolgy, 2/E Jones and Bartlett Publishers, inc Copyright @1998. Dialibahasakan Epidemology : Suatu Pengantar, E/2, alih bahasa Munaya Fauziah, SKM dkk, Jakarta, EGC,2001.

Wera, Ewaldus. 2010. Aplikasi Pengobatan Scabies Pada Ternak Kambing di Desa Camplong Ii Wilayah Sibermas Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang. Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2021 Array