Pengaruh Pemberian Tepung Ulat Kandang (Alphitobius Diaperinus) Pada Pakan Terhadap Performa Produksi Puyuh Petelur (Coturnix Coturnix Japonica)

Supplementary Files

Article
Similarity

Keywords

Tepung Ulat Kandang, Konsumsi Pakan, Produksi Telur Harian (HDP), Konversi Pakan, Income Ofer Feed Cost (IOFC).

How to Cite

Wahyu Setyawan, C., Wahyuni, W., & Al-Kurnia, D. (2020). Pengaruh Pemberian Tepung Ulat Kandang (Alphitobius Diaperinus) Pada Pakan Terhadap Performa Produksi Puyuh Petelur (Coturnix Coturnix Japonica) . International Journal of Animal Science, 3(02), 41 - 48. https://doi.org/10.30736/ijasc.v3i02.15

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian tepung ulat kandang Alphitobius diaperinus) pada pakan terhadap performa produksi puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica). Riset memakai metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan, 3 ulangan serta setiap ulangan memakai 10 ekor puyuh dengan jenis kelamin betina. Perlakuan P0 = 0%, P1 = 1%, P2 = 2%, dan P3 = 3% tepung ulat kandang dalam ransum pakan puyuh petelur. Parameter yang diamati pada penelitian ini yakni performa produksi (konsumsi pakan, produksi telur harian (HDP), konversi pakan serta income over feed cost). Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan konsumsi pakan puyuh saat penelitian pada perlakuan P0 (21,07±0,33 g/ekor/hari), P1 (21,01±0,58 g/ekor/hari) P2 (21,60±0,47 g/ekor/hari), P3 (21,93±0,04 g/ekor/hari). Rataan produksi telur P0 (82,77±3,375), P1 (82,00±9,02%), P2 (81,00±2,19%), dan P3 (88,44±9,53%). Rataan konversi pakan P0 (2,57±0,11) P1 (2,56±0,18) P2 (2,56±0,13) P3 (2,42±0,31). Rataan Income over feed cost P0 (Rp. 23,001±2,626) P1 (Rp. 21.854 ± 3.678) P2 (Rp. 22.762 ± 4.015) P3 (Rp. 25.793 ±7.003) Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemberian tepung ulat kandang (Alphitobius diaperinus) dengan taraf 1-3% pada pakan terhadap performa produksi (konsumsi pakan, konversi pakan, produksi telur harian (HDP) dan income ofer feed cost (IOFC)) burung puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) secara statistik tidak berpengaruh nyata (P>0.05) pada setiap perlakuanya akan tetapi secara numerik hasil penelitian cenderung naik seiring dengan penambahan taraf tepung ulat kandang 1-3%.

https://doi.org/10.30736/ijasc.v3i02.15

References

Aguilar-Miranda, E. D., Lopez. M. G, Escamilla- Santana, C., & de la Rosa, A. P. B., 2002. Characteristics of Maize Flour Tortilla Supplemented with Ground Tenerbrio Molitor Larvae. J. Agric. Food Chem, 50(1), pp.192-195.

Aguilar-Miranda, E.D., Lopez MG., C. Escamilla- Santana, and APB de la Rosa. 2002. Characteristics of maize flour tortilla supplemented with ground Tenerbrio Molitor Larvae. J. Agric. Food Chem., 50 (1): 192-195.

Allama H, O. Sofyan, E. Widodo, dan H.S. Prayogi. 2012. Pengaruh penggunaan ulat kandang (Alaphitobius diaperinus) dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging. Fakultas Peternakan Universi Brawijaya. Malang.

Anggorodi, R. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. PT. Gramedia Pustaka. Jakarta.

Appleby, M.C, J.A Mench and B.O Hughes. 2004. Poultry Behaviour and Welfare. CABI Publishing.

Asih Budiutami, Nurhua Kumala Sari, Slamet Priyanto. 2012. Optimasi Proses Ekstraksi Kitin Menjadi Kitosan Dari Limbah Kulit Ulat Hongkong Tenebrio Molitor. Semarang. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, Vol. 1, No. 1, Halaman 46-53.

Asiyah, N. Sunarti, D. dan Atmomarsono,U. 2013. Performa Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Umur 3 Sampai 6 Minggu Dengan Pola Pemberian Pakan Bebas Pilih (Free Choice Feeding). Animal Agricultural Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, p 497 – 502

Bakrie, B. Manshur, E.) dan Sukadana, I.M. 2012. Pemberian Berbagai Level Tepung Cangkang Udang Ke Dalam Ransum Anak Puyuh Dalam Masa Pertumbuhan (Umur 1–6 Minggu). Jakarta. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 12 (1): 58-68 ISSN 1410-5020

BPS Kabupaten Lamongan. 2018.Populasi Ternak Unggas Menurut Kecamatan dan Jenis Unggas di Kabupaten Lamongan (ribu ekor), 2016. https://lamongankab.bps.go.id/statictabl e/2018/02/08/969/populasi-ternak- unggas-menurut-kecamatan-dan-jenis- unggas-di-kabupaten-lamongan-ribu- ekor-2016.html

Dinev I., 2013. The darkling beetle (Alphitobius diapering) a health hazard for broiler chicken production. Trakia Journal of Sciences. 11 (1):1-4

Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2015. Statistik Populasi Puyuh. Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2017. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Hewan Kementerian Pertanian RI. Jakarta.

Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan.2017. Konsumsi Periode Tahun 2016.http://ditjenpkh.pertanian.go.id/userfiles/File/Konsumsi1_Periode_2016.pdf ?time=1501058657531

Djulardi, A., Muis. H dan A latif, S. 2006. Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa. Fakultas Peternakan Andalas. Padang.

Dunford JC, Kaufman EP. 2006. Lesser Mealworm, Litter Beetle, Alphitobius diapering (Panzer) (Insecta: Coleoptera: Tenebrionidae). Florida(US): Institute of Food and Agricultural Sciences. The University Of Florida.Francisco O, Prado APd. 2001. The larval stages of Alphitobius diapering (Panzer) (Coleoptera:Tenebrionidae) are characterized using head capsule width. Brazilian Journal of Biology 61: 125-131.

Ensminger ME. 1992. Poultry Science. Interstate Publisher Inc, Danville, Illinois.

Francisco O, Prado APd. 2001. The larval stages of Alphitobius diapering (Panzer) (Coleoptera:Tenebrionidae) are characterized using head capsule width. Brazilian Journal of Biology 61: 125-131.

Fransela, T. C. L. K., Sarajah, M. E. R., Montong dan M. Najoan. 2017. Performans burung puyuh(coturnixcoturnix japanica) yang diberikan tepung keong sawah (pila ampullacea) sebagai pengganti tepung ikan dalamransum. Jurnal Zootek. 37 (1) : 62-69.

Karlia, S., Walukow, J. L., Jein, R. L dan M. Montong. 2017. Penampilan produksiayam ras petelur mb 402 yang diberi ransum mengandung minyak limbah ikan cakalang (katsuwonus pelamis l). Jurnal Zootek. 37 (1) : 123-134

Kartasudjana, R. dan Suprijatna, E. 2010. Manajemen Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kurniawan, D., Eko, W dan M, Halim. N. 2013. Efek penggunaan tepung tomat sebagai bahan pakan terhadap penampilan produksi burung puyuh. Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan. 25(1): 1-7.DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.j iip.2019.025.01.01

Kusumawardani SD. 2009. Pengaruh Penambahan Tepung Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Dalam Pakan Terhadap Penampilan Produksi Ayam Petelur. Universitas Brawijaya.

Lacy, M., and L. R. Vest. 2000. Improving Feed Convertion in Broiler: A Guide for Growers. Springer Science and Business Media Inc, New York.

Latif, S .Edjeng Suprijatna dan Dwi Sunarti. 2017. Performans Produksi Puyuh Yang Di Beri Ransum Tepung Limbah Udang Fermentasi. Semarang. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 27 (3): 44 – 53 Available online at http://jiip.ub.ac.id.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2020 Array