Analisis Keuntungan Pedagang Ayam Broiler di Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan

Supplementary Files

Article
Similarity

Keywords

Pedagang Pengecer, Ayam broiler, Biaya, Pendapatan, Keuntungan

How to Cite

Khoirun Nafik, I., Dahlan, M., & Aria Hertanto, A. (2020). Analisis Keuntungan Pedagang Ayam Broiler di Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan. International Journal of Animal Science, 3(02), 55 - 62. https://doi.org/10.30736/ijasc.v3i02.17

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana analisis keuntungan pedagang pengecer ayam broiler, berapa tingkat keuntungan pedagang pengecer ayam broiler di pasar kecamatan karanggeneng kabupaten lamongan. Metode penelitian ini menggunakan metode sampling (total sampling). Data diperoleh dengan melakukan observasi dan interview langsung dengan para pedagang yang berperan dalam pemasarannya. Data kemudian dianalisis secara deskriptif, yaitu untuk mengetahui nilai variabel mandiri baik satu variabel maupun lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Data juga dianalisis secara kuantitatif yaitu penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan bertujuan untuk mengetahui keadaan kinerja jalur pemasaran beserta unsur yang terlibat, keuntungan setiap pedagang pengecer ayam broiler. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alur distribusi yang terbentuk terdapat yaitu I pola. secara umum pola tersebut terletak pada saluran pemasaran, untuk I pola didominasi pedagang pasar (pengecer). Unsur-unsur pemasaran yang terlibat diantaranya adalah pedagang Besar (pengepul)-Pedagang pasar (pengecer)-Konsumen. Pedagang membeli ayam broiler dengan jumlah rata-rata 76,13 Kg, kemudian ayam di jual kepada konsumen langsung/pasar dalam bentuk karkas dengan rata- rata sebesar Rp. 38.000-/Kg (menyesuaikan harga pasar). Pedagang pengecer ayam broiler di pasar se-Kecamatan Karanggeneng ada 31 pedagang yang terdapat di 5 pasar yaitu: Pasar Sonoadi, Pasar Karanggeneng, Pasar Sungelebak, Pasar Legi, dan Pasar Pon. Rincian rata-rata biaya, pendapatan, dan keuntungan semua pedagang pengecer se-Kecamatan Karanggeneng yaitu pasar Sonoadi biaya Rp 26.658 pendapatan Rp 1.357.500 keuntungan 428.500, pasar Karanggeneng biaya Rp 25.838 pendapatan Rp 2.857.000 keuntungan   884.602, pasar   Sungelebak   biaya Rp 28.376 pendapatan Rp 4.886.000 keuntungan 1.388.017, pasar Legi biaya Rp 25.587 pendapatan Rp 1.437.500 keuntungan 454.502, pasar Pon biaya Rp 25.838 pendapatan Rp 2.857.000 keuntungan 884.602. total pendapatan semua pasar adalah Rp 13.395.000 dan keuntungan adalah Rp 4.040.223 sebagai nilai margin total adalah Rp 4.040.223. Nilai Margin tersebut presentase terbesar adalah dari sisi pembelian ayam yaitu rata-rata Rp 22.891 (85,83%) dari total biaya tenaga kerja, bahan bakar kendaraan, penyusutan kendaraan, penyusutan peralatan, dan biaya lainnya. Nilai margin akan sangat di pengaruhi harga ayam hidup di tingkat bloker, jika harga ayam di tingkat bloker naik otomatis harga jual di pasar ikut naik, karena biaya terbesar adalah pembelian ayam itu sendiri, dan belum termasuk biaya lainnya.

https://doi.org/10.30736/ijasc.v3i02.17

References

Anonim. 2009. Pasar Tradisional. www.wikipedia.com/pasar-tradisional didownload pada tanggal 10 Desember 2009.

Cahyono, B.T., 1994. Manajemen Pemasaran, Analisis Agribisnis dan Industri. STIE IPWI. Program Magister Manajemen.

Ditjen PKH. 2011. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2011. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kemtan RI.

Dewanto, A.A .2005. Perjanjian Kemitraan Dengan Pola Inti Plasma Pada Peternak Ayam Potong/Broiler. Tesis. Pascasarjana Kenotariatan.Undip.Semarang.

Fadilah, R. 2006. Ayam Broiler Komersial. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Gitosudarmo,indriyono. 2008. Manajemen Pemasaran, Edisi Pertama, Cetakan Keempat. BPFE : Yogyakarta.

Hanafiah,Saefudin .1986. Tata Niaga Hasil Perikanan. Penerbit UI – Press.Jakarta.

Kamaluddin .2008. Lembaga dan Saluran Pemasaran www. Jurnalistik.co.id. diakses pada tanggal 20 Desember 2017.

Kotler, P . 1995. Manajemen Pemasaran. Analisis Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. Penerbit Erlangga. Jakarta.Gramedia, Jakarta.

Kotler, Philip. 2002, Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium, Jilid 2, PT. Prenhalindo: Jakarta.

Kotler, Philip. 2006. Manajemen Pemasaran, Jilid I, Edisi Kesebelas , PT Indeks.

Kotler, Philip dan Keller, Kevin L., 2007, Manajemen Pemasaran, Edisi 12, Indeks : Jakarta.

Masri Singarimbun, (2006) ”Metode dan Proses Penelitian” dalam Masri Singarimbun & Sofian Efendi, Metode Penelitian Survai, hlm 3. Pustaka LP3ES, Jakarta.

Mubyarto, 1992. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3S.

Nova, K, Kurtini, T dan Riyanti, 2007. Manajemen Usaha Ternak Unggas FakultasPertanian. Universitas Lampung Bandar Lampung.

Prassojo. 2012. Tataniaga Pertanian, Saluran Tata niaga, Margin tata niaga, dan Pemasaran.http://shaylife.blogspot.com/2 012/04/tataniaga-pertaniansaluran- tataniaga.html diakses tanggal 25 januari 2019

Rangkuti, Freddy. (2008) Analisis Swot Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Rasyaf, M. 2001. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rasyaf, M. 2002. Manajemen Peternakan Ayam Broiler. Penebar Swadaya.Jakarta.

Sihombing, Luhut. 2011. Tata Niaga Hasil Pertanian. USU Press: Medan

Sudiono, A.2002. Pemasaran Pertanian. UMM Press. Malang.

Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Bandung. Pusat Bahasa Depdiknas.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta

Suharno, B. 2002. Kiat Sukses Berbisnis Ayam. Penebar Swadaya, Jakarta.

Stanton, W.J. dan Y. Lamarto. 1995. Prinsip Pemasaran Jilid I. Erlangga, Jakarta.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2020 Array