Pengaruh Lama Perendaman Daging dalam Air Kapur Sirih (Ca(OH)2) pada Pembuatan Bakso Daging Kelinci terhadap Uji pH, Kadar Air, dan Organoleptik

Supplementary Files

ARTICLE

Keywords

Air Kapur Sirih, Bakso Daging Kelinci, pH, Kadar Air, Organoleptik

How to Cite

Dahlan, M., Anggaeni , E. D. ., & Aspriati, D. W. (2021). Pengaruh Lama Perendaman Daging dalam Air Kapur Sirih (Ca(OH)2) pada Pembuatan Bakso Daging Kelinci terhadap Uji pH, Kadar Air, dan Organoleptik. International Journal of Animal Science, 2(01), 6 - 14. https://doi.org/10.30736/ijasc.v2i01.38

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium peternakan universitas islam lamongan mulai tanggal 15 juni - 15 juli 2015. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman daging dalam air kapur sirih (Ca(OH)2 pada pembuatan bakso daging kelinci terhadap uji pH, kadar air dan organoleptik. Hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai informasi bagi masyarakat, sebagai tambahan ilmu pengetahuan, bahwa air kapur sirih (Ca(OH)2 dengan kandungan kalsiumnya dapat memadatkan tekstur yang lunak dan menghilangkan aroma yang amis pada daging. Materi penelitian adalah seekor kelinci dewasa yang siap potong dan diambil dagingnya dengan berat setelah potong 750gram, tepung, bawang putih, es batu, garam, gula, lada dan putih telur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan kapur sirih 1% sedangkan ulangan lama waktu perendaman 0 menit, 5 menit, 10 menit dan 15 menit. parameter pengamatan pada pH, kadar Air dan Organoleptik bakso. pengumpulan data kuantitatif atau statistik, rancangan acak lengkap dan beda nyata terkecil  (BNT). Hasil penelitian menunjukkan, lama perendaman air kapur sirih tidak terpengaruh oleh, pH bakso dan kadar air sedangkan uji organoleptik, warna, tekstur, aroma dan rasa memiliki perbedaan yang nyata dengan H0 ditolak H1 diterima dan F hitung 9,04 > F tabel 1,62 dengan responden menyukai tekstur bakso daging kelinci pada P1 (1% air kapur sirih dengan 5 menit).

https://doi.org/10.30736/ijasc.v2i01.38

References

Afrisanti dhevina widhia. 2010. Kualitas Kimia Dan Organoleptik Nugget Daging Kelinci Dengan Penambahan Tepung Tempe. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Aliah, Lisna. 2004. Efektifitas Penggunaan Larutan Kapur Sirih Terhadap Mutu Fillet Ikan Tuna (Thunnus sp). Skripsi Departemen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Teknologi Bogor.

Arikunto, suharsimi. 2013. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta.

Chasanah, uswatun. Djalal rosyididan. Aris sri widati. 2012. Stabilitas Bakso Daging Ayam Dalam Perendaman Larutan Chitosan Ditinjau Dari pH, WHC dan TPC Selama Penyimpanan. Jurnal Fakultas PeternakanUniversitas Brawijaya.

Farida, Effendi abustam, dan Syahriadi kadir. 2012. Kualitas Sensorik Dan Hendonik Bakso Kelinci Prarigor Dan Pascarigor Dengan Penambahan Kombinasi Tepung Kanji Dan Tepung Sagu Pada Level Yang Berbeda, Jurnal Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin vol. 2 no 2. 2012.

Fitriani lely nurul. Agustinus hantoro DR. Kusuma widayaka. 2013. Pengaruh Lama Penggilingan Daging Kelinci Terhadap Keempukan, Kadar Air Dan Kesukaan Rolade. Jurnal Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Vol 1 no 2. 2013.

Putri, anggie fitriani eka. 2009. Sifat Fisik Dan Organoleptik Bakso Daging Sapi Pada Lama Postmortem Yang Berbeda Dengan Penambahan Karagenan. Skripsi Departemen Ilmu Produksi Dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Sarwono, B. 2002. Kelinci Potong Dan Hias. Penerbit Agromedia Pustaka Jakarta.

Sudaryani, Ani. 2004. Evaluasi Teknik Penyajian Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Goreng Secara Organoleptik. Skripsi Departemen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2019 Array