Analisis Cemaran Mikrobiologis Ceker Ayam Broiler Di Pasar Tradisional Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro

Supplementary Files

ARTICLE
SIMILARITY

Keywords

Ceker Ayam Broiler, TPC, Kadar Air, pH, Pasar Sumberrejo

How to Cite

Zakariya, A., Susanto , E., & Wardoyo, W. (2020). Analisis Cemaran Mikrobiologis Ceker Ayam Broiler Di Pasar Tradisional Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. International Journal of Animal Science, 3(04), 118 - 123. https://doi.org/10.30736/ijasc.v3i04.28

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Maret hingga Juni 2017 di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Sedangkan uji cemaran mikrobiologis dilakukan di UPT Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui cemaran mikrobiologis ceker ayam broiler di pasar tradisional kecamatan sumberrejo,kabupaten bojonegoro. Hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu pertimbangan atau pedoman dalam mengambil kebijakan pemerintah supaya kualitas ceker ayam sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Materi menggunakan ceker ayam broiler, alcohol, PCA, aquadest steril, es batu, timbangan, gelas ukur, pipet, termos, mortar, bunsen, pH meter, cawan petri, kapas, oven. Metode yang dipergunakan ialah non eksperimental dan analisa data uji dua pihak menggunakan perhitungan rumus t-test Independent. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kulitas mikrobiologis ceker ayam di pasar tradisional Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro belum sesuai dengan SNI dari segi jumlah TPC (T.hitung>0, 05) dengan rata-rata 14, 07 x 106 cfu/ml, namun pH dan kadar air sudah sesuai standar (T.hitung<0, 05).

https://doi.org/10.30736/ijasc.v3i04.28

References

Aberle ED, Forrest JC.Gerrand DE, Mills EW. 2001. Principles of Meat Science. Fourth Ed. Amerika. Kendal/Hunt Publishing Company.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian, Rineka Cipta. Jakarta.

Badan Standar Nasional. 2000. Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Batas Maksimum Residu dalam Bahan Makanan Asal Hewan. Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 01-6366-2000.

Badan Standardisasi Nasional. 2008. [SNI] Standar Nasional Indonesia Nomor 2897:2008. Tentang metode pengujian cemaran mikroba dalam daging, telur dan susu serta hasil olahannya. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. 1999. [SNI] Standar Nasional Indonesia Nomor 01-6159-1999. Tentang Rumah Pemotongan Hewan. Jakarta.

Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet and M. Wootton. 2009. Ilmu Pangan. Hari Purnomo dan Adiono: Penerjemah. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Terjemahan dari: Food Science.

Damongilala Lena Jeane., 2009. Kadar Air dan Total Bakteri Pada Ikan ROA (Hemirhampus SP) Asap dengan Metode Pencucian Bahan Baku Berbeda. Jurnal Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK UNSRAT. Manado.

Departeman Pertanian. 2010. Pedoman Teknis Kegiatan Penataan Rumah Potong Hewan (RPH). Direktorat Kesmavet. Dirjen Peternakan. Jakarta.

Feiner, G. 2006. Meat Products Handbook, Practical Science and Technology. Woodhead Publishing Limited. Cambridge.

Gregory, N.G., and T. Grandin. 1998. Animal Welfare and Meat Science. CABI Publishing. New York.

Hamm, R. 1975. Water-holding capacity of meat. Didalam: Meat. Editor DJA Cole dan RA Lawrie. Butterworth. London. Hal 321-328.

Susanto, Naris. 2014. Korelasi Ukuran-Ukuran Tubuh dengan Pertambahan Berat Badan pada Kambing Peranakan Etawa (PE) Di Kota Pekanbaru. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Kasim Riau.

Herlinawati Ida, Sa’idah Farikhatus, Yunista Sri. 2011. Hasil Penelitian Cemaran Mikroba Daging Sapi di Pasar Tradisional. Jurnal. Fakultas Pertanian Program Studi Produksi Ternak, Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin. Kalimantan Selatan.

Hutasoit Kartini, Suarjana I Gusti Ketut, Suada I Ketut. 2013. Kualitas Daging Se’I Sapi di Kota Kupang Ditinjau dari Jumlah Bakteri Coliform dan Kadar Air. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Denpasar. Bali.

Irwansyah M., 2013. Analisis Kualitas Mikrobiologi Chiken Nugget Yang Beredar Di Pasar Tradisional Di Kota Lamongan. Proposal Penelitian. Fakultas Peternakan. Universitas Islam Lamongan.

Jeong, J. Y. et al. 2009. Discoloration characteristic of 3 major muscle from cattle during cold storage. J Food Sci. 74(1): 1-5.

Komariah, H. Nuraini, R.R.A. Maheswari. 1996. Uji mikrobiologis terhadap daging

dan susu segar yang beredar dipasaran. Media Peternakan (20). Bogor.

Lawrie, R.A. 2003. Ilmu Daging Edisi Kelima. Terjemahan Aminuddin Parakkasi. UI Press, Jakarta.

Levy, P.S., and S. Lemeshow. 1999. Sampling of Population. 3rd Edition. John Wiley and Sons Inc. Kanada.

Lukman, D.W. et al. 2009. Higiene Pangan. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Nazir, M. 2005. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor.

Prabowo Ibnu Panji., 2010. Pemilihan Pengawetan Produk Olahan Daging Menjadi Dendeng Sapi. Jurusan Peternakan. Fakultas Peternakan. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Soeparno. 2005, Ilmu Dan Teknologi Daging. Cetakan keempat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Standard Nasional Indonesia SNI 3932. 2008. Mutu Karkas dan Daging Sapi. Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Suanda I Ketut, Muhatmin H, Boentong Rizkia. 2012. Kontaminasi Bakteri Eschercia Coli pada Daging Se’I Sapi yang di Pasarkan di Kota Kupang. Indonesia Medicus Veterinus.ISSN: 2301-784. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2021 Array