Analisis Perbandingan Angka Calving Rate Sapi Potong Antara Kawin Alami dengan Inseminasi Buatan di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik

Supplementary Files

ARTICLE

Keywords

Kawin Alami,
Inseminasi Buatan,
Sapi Potong,
Calving Rate

How to Cite

Rosikh, A. ., Aria, A., & Qomaruddin , M. . (2019). Analisis Perbandingan Angka Calving Rate Sapi Potong Antara Kawin Alami dengan Inseminasi Buatan di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. International Journal of Animal Science, 2(02), 52 - 57. https://doi.org/10.30736/ijasc.v2i02.44

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap para petani peternak sapi potong yang berada di kecamatan Dukun Kabupaten Gresik tanggal 01 sampai 30 Juni 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan angka calving rate antara kawin alami dengan IB di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Dalam penelitian ini materi yang digunakan adalah responden peternak yang memiliki sapi potong jenis Peranakan Ongole (PO) dan berjenis kelamin betina diwilayah Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif dan kuantitatif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Jumlah sampel di ambil secara purposive yaitu untuk peternak 30 responden yang memiliki minimal satu ekor sapi betina yang pernah beranak. Data diperoleh dengan wawancara dibantu dengan daftar pertanyaan (kuisioner). Berdasarkan analisis dan hasil penelitian, maka dapat diperoleh kesimpulan secara umum bahwa terdapat perbedaan angka calving rate t hitung (9,15) > t tabel  (2,048) dengan selisih perhitungan statistik 7,102 antara kawin alami dan IB di Kecamatan Dukun Kabupaten gresik. Sementara itu persentase angka calving rate kawin alami di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik lebih tinggi daripada inseminasi buatan yakni mencapai 80% dengan rata-rata S/C 1,33, sedangkan inseminasi buatan hanya mencapai 65% dengan rata-rata S/C 1,5.

https://doi.org/10.30736/ijasc.v2i02.44

References

Affandhy, L., M. A. Yusran dan A. Rasyid. 1992. Ketersediaan tenaga kerja keluarga kaitannya dengan suplai pakan sapi Madura induk menyusui pada musim kemarau di Pulau Madura: Studi kasus di dua desa beragroekosistem lahan kering. Prosding. Pertemuan Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengembangan Sapi Madura. Sub Balitnak Grati. hlm 181 – 186.

Affandhy, L., D. Pamungkas, Mariyono dan P. Situmorang. 2005. Optimalisasi penggunaan semen cair melalui suplementasi mineral Zn dan Vitamin E pada sapi PO induk pada kondisi usaha peternakan rakyat. Pros. Siminar Nasional Optimalisasi Teknologi Kreatif dan Peran Stakeholder dalam Percepatan Adopsi Inovasi Teknologi Pertanian. Kerjasama Pusat ASEKP dan BPTP Bali, Denpasar 28 September 2005. hlm 505

Affandhy, L., P. Situmorang, A. Rasyid dan D. Pamungkas. 2004. Uji fertilitas semen cair pada induk sapi Peranakan Ongole pada kondisi peternakan rakyat. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 4 – 5 Agustus 2004. Puslibang Peternakan, Bogor. hlm 26 – 35.

Affandhy, L., P. Situmorang, P. W. Prihandini dan D. B. Wijino. 2003. Performans reproduksi dan pengelolaan sapi potong induk pada kondisi peternakan rakyat. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 29 – 30 September 2003. Puslibangnak, Bogor. hlm 37 – 42.

Anonimus. 2011. Rilis hasil awal pspk 2011. Kementerian Pertanian-Badan Pusat Statistik. Available at http://www.Ditjennak. deptan.go.id. Accession date: 27 November, 2011.

BPS, 2007. Populasi Sapi Potong Propinsi Jawa Timur. http://www.jatimprov.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=12270 & Itemid=2. Diakses tanggal 20 April 2012..

BPS, 2005. Populasi Sapi Potong Propinsi Jawa Timur. http://www.jatimprov.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=12270 & Itemid=2. Diakses tanggal 20 April 2012.

Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur, 1989.

Direktorat Jenderal Peternakan, 2007. Jumlah Populasi Sapi Potong.http://yuari.wordpress.com/ 2011/08/18/populasi-sapi-potong-sapi-perah-dan-kerbau-di-indonesia/. Diakses tanggal 12 April 2012.

Direktorat Jendral Peternakan. 2002. Statistical Book on Livestock. Bina Produksi. Departemen Pertanian. hlm. 88 – 93.

Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan. 2002. Buku Statistik Peternakan Tahun 2002.

Hafez, E.S.E. 2000.Reproduction in Farm Animals. 7th Edition. Reproductive Health Center. IVF Andrology Laboratory. Kiawah Island, South Carolina, Kantor Statistik Provinsi Jawa Timur, 2006. Peningkatan Konsumsi Daging. http://ternakonline.wordpress.com/2009/10/11/analisis-penggemukan-sapi-potong-simmental-dan-limousin/. Diakses tanggal 12 April 2012.

Paul, H.C. 1999. Associations among age, scrotal circumfrence, and proportion of morphologically normal spermatozoa in young beef bulls during an initial breeding soundness examination. JAVMA 214 (11): 1664 – 1667.

PSPK, 2011. Total Populasi Sapi Potong di Indonesia. http://yuari.wordpress. Com/2011/08/18/populasi-sapi-potong-sapi-perah-dan-kerbau-di indonesia/.Diakses tanggal 12 April 2012

Rianto, E. dan E. Purbowati. 2010. Panduan Lengkap Sapi Potong. Cetakan ke 2. Penebar Swadaya. Jakarta.

Saleh, D.M. dan T. R. Tagama. 1993. Pengaruh penyertaan berahi dengan protaglandin PGF2 alfa terhadap angka kebuntingan sapi potong pasca beranak. Pros. Pertemuan Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengembangan Sapi Madura. Sub Balitnak Grati. hlm 121 – 1 23.

Siregar, A.R.P., P. Situmorang, J. Bestari, Y. Sani dan R.H. Matondang. 1997. Pengaruh flushing pada sapi induk peranakan ongole di dua lokasi yang berbeda ketinggiannya pada program IB di Kabupaten Agam. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner 2: 244.

Soegiharto, S., 2004. Data dan Analisis Potret Tenaga Kerja Di Sektor Pertanian. Media Informasi dan Komunikasi Pusdatinaker. Depnakertrans, Jakarta Selatan.

Soenarjo, C.H. 1988. Fertilitas dan Infertilitas pada Sapi Tropis.Penerbit CV. Baru, Jakarta.

Toelihere, M.R. 1981. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.

Toelihere, M.R. 1993. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Cetakan ke 10. Penerbit Angkasa Bandung.

Wardhani, M.K.,A. Musofie, U. Umiyasih, L. Affandhy, M. A. Yusran dan D. B. Wijono.1993.Pengaruh perbaikan gizi terhadap kemampuan reproduksi sapi Madura. Pros. Pertemuan Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengembangan Sapi Madura Sub Balitnak Grati. hlm 164 – 167.

Yusran, M. A., L. Affandhy dan Suyanto. 2001. Pengkajian Keragaan, Permasalahan dan alternatif solusi program IB sapi potong di Jawa Timur. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 17 – 18 September 2004. Puslitbang. Peternakan, Bogor. hlm. 155 – 167.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2019 Array